PENGANTAR

Kebijakan JKN oleh pemerintah melalui BPJS Kesehatan, secara tidak langsung berpengaruh pada pergeseran sebagian pola pendapatan RS, dimana sebagian nilai pembayaran yang diterima RS  ditetapkan menggunakan sistem paket atau casemix. Sehingga rumah sakit harus cermat dan sensitif menyikapi kemungkinan terjadinya fluktuasi aktual margin antara perkiraan pendapatan (yang seringkali masih dihitung berdasar tarif umum RS) dan nilai “real payment”  berdasar INA CBG terhadap biaya actual dalam penyediaan layanan kesehatan. Sejak implementasi JKN, sebagian rumah sakit mengalami lonjakan volume pasien yang signifikan seiring peningkatan jumlah peserta BPJS Kesehatan, namun tak dipungkiri terdapat sebagian rumah sakit mengalami penurunan jumlah pasien dengan diterapkannya sistem rujukan berjenjang dan semakin bertambahnya jumlah Klinik (PPK I) dan rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Meski demikian, dengan model pembayaran casemix peningkatan jumlah volume pasien belum tentu (uncertainty) secara proporsional sejajar dengan besaran peningkatan pendapatan riil rumah sakit.

Fenomena ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi rumah sakit. Secara umum rumah sakit dihadapkan pada tantangan faktor ekternal seperti kenaikan UMK, fluktuasi harga barang farmasi dan non-farmasi yang cenderung naik, kenaikan tarif dasar listrik dan bahan bakar minyak, pemenuhan kewajiban pajak, dan sebagainya. Tantangan bagi RS swasta, himpitan antara kebutuhan pembiayaan sumber daya dan keterbatasan sumber pendanaan menuntut agar manajemen mewujudkan pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien serta mampu memilih alternatif keputusan yang optimum secara ekonomis. Tantangan bagi rumah sakit pemerintah, adanya kebijakan pemerintah mengenai BLU/D menuntut perubahan pengelolaan ke arah yang lebih baik lagi, yang memenuhi prinsip-prinsip pengelolaan keuangan suatu organisasi yang akuntabel, transparan, dan dapat diperbandingkan.

Pelatihan ini disajikan untuk memfasilitasi peningkatan kemampuan para pengelola rumah sakit dalam pemanfaatan perangkat analisis keuangan dalam proses pengambilan keputusan strategis di RS. Analisis keuangan yang disajikan tidak hanya terbatas pada analisis laporan keuangan dan rasio-rasio keuangan, tetapi juga analisis keuangan terhadap pilihan-pilihan keputusan, misal: penggantian aset tetap, pembelian aset tetap, pilihan sumber pendanaan berbiaya optimum, monitor piutang dan potensi kas, meninjau kemandirian dan ketergantungan keuangan RS dengan afiliated chart analysis, dan meninjau kelayakan keuangan suatu investasi.

Dalam pelatihan ini diberikan juga sesi khusus untuk para peserta yang telah membawa laptop dan data laporan keuangan atau data keuangan historis RS masing-masing (>3 tahun, disarankan 5-10 tahun ke belakang) untuk mencoba melakukan analisa terhadap kinerja, kondisi kesehatan, prediksi skenario keuangan, dan prediksi kemampuan pencapaian target keuangan RS. Selain itu, juga akan disajikan dalam bentuk contoh kasus simulasi-simulasi perhitungan menggunakan microsoft excel.

TUJUAN

Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan perangkat analisis keuangan sehingga para pengelola rumah sakit dapat lebih mampu melakukan “check-up” untuk menilai kinerja, kondisi kesehatan, menyusun target dan mendiagnosa permasalahan keuangan rumah sakit dan memahami aspek keuangan dalam pengambilan keputusan strategis rumah sakit.

MANFAAT

  • Memberikan pemahaman dampak potensial positif-negatif perubahan perilaku pelayanan RS dengan diterapkannya Casemix, yaitu perubahan struktural sumber daya, proses pelayanan, akses pelayanan, serta outcome pelayanan.
  • Memberikan pemahaman tantangan pengelolaan pendapatan-biaya dan penerimaan-pengeluaran RS era JKN.
  • Meningkatkan pemahaman tentang pemanfaatan Laporan Keuangan dan data keuangan lainnya dalam memotret kondisi keuangan RS.
  • Meningkatkan kemampuan teknis menginterpretasikan dan menyimpulan “rangkaian” hasil analisis keuangan.
  • Meningkatkan kemampuan teknis dalam analisis keuangan terhadap pilihan-pilihan keputusan investasi dan pemiilihan sumber pendanaan berbiaya optimum.
  • Memberikan pemahaman terhadap pentingnya analisa umur piutang, karakter pembayar dan potensi kas
  • Memberikan pemahaman teknis meninjau kemandirian dan ketergantungan keuangan RS dengan afiliated chart analysis.
  • Peserta yang telah membawa data keuangan RS nya dapat mencoba praktek nyata bagaimana melakukan analisa kinerja, kondisi kesehatan, prediksi skenario keuangan, prediksi kemampuan pencapaian target keuangan, dan diagnosa permasalahan keuangan RS nya.

MATERI

Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini didesain dengan implementative and practical methode dengan dilengkapi dengan pembahasan secara konsep maupun teknis melalui contoh-contoh simulasi kasus menggunakan microsoft excel. Pelatihan ini dilaksanakan dengan bobot 30% untuk teori dan 70% untuk diskusi dan studi kasus.

  • Tantangan Kebutuhan Pembiayaan dan Keterbatasan Pendanaan, Perubahan Pola Pembayaran pada Era JKN.
  • “Membaca” Posisi dan Kinerja Rumah Sakit melalui Instrumen dan Data-data Keuangan RS.
  • Pemanfaatan Perangkat Analisis Keuangan sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Strategis Rumah Sakit : Simulasi Analisa Kondisi Kesehatan dan Kinerja Keuangan RS (peserta dapat menggunakan data Laporan Keuangan RS masing-masing, 5-10 tahun terakhir sebagai bahan diskusi dan konsultasi).*
  • Mengenali dan Memahami Karakter Pola Pergerakan (Pattern) Kondisi dan Kinerja Keuangan RS Antara Periode.*
  • Cost VS Revenue: Pada Fase Siklus Hidup Mana?*
  • Kemampuan Terhadap Kewajiban Hutang: Likuiditas dan Solvabilitas.*
  • Umur Piutang dan Potensi Penerimaan Kas.*
  • Struktur Modal RS : Siapa “pemilik” RS Sebenarnya?*
  • Kemampuan RS dalam Perputaran Aset : Persediaan, Piutang, Kas, Aset Tetap.*
  • Penggantian Aset Tetap : Ganti Baru, Tukar Tambah, atau Perbaiki yang lama.*
  • Pembelian Aset Tetap : Beli-putus, Kredit, KSO atau Kerjasama pemeliharaan.*
  • Afiliated Chart Analysis: Kemandirian dan Ketergantungan Keuangan RS.*
  • Cost of Capital Analysis: Pemilihan Sumber Pendanaan Investasi.*
  • Payback Period & Break Event Point: Kapan Modal Kembali dan Impas ? *
  • How about my Hospital ?Apa “Penyakit” kondisi kinerja keuangan RS Saya, Strategi Alternatif Apa yang Perlu Dillakukan.*
  • disertai contoh kasus dan latihan simulasi menggunakan Microsoft Excel.

PESERTA YANG DIREKOMENDASIKAN

  • Pemilik, Dewan Pengawas, Pimpinan/Direksi dan para pengambil kebijakan di rumah sakit.
  • Manajer, kepala, atau staf bagian yang berkaitan dengan bidang keuangan, akuntansi, perencanaan, anggaran, dan pengembangan,
  • Manajer, kepala, atau staf keuangan/non-keuangan pada departemen/instalasi/unit kerja RS dan pemangku kepentingan (stakeholder) lain di rumah sakit.
  • Mahasiswa Manajemen Rumah Sakit, pengajar, peneliti, atau pihak-pihak lain yang terkait.
  • Peserta dari masing-masing RS disarankan terdiri dari 3-6 orang, kombinasi: Pimpinan, Dewan Pengawas/Pemilik, Pejabat Pengambil Kebijakan Strategis, Pengelola Keuangan, Penyusun Laporan Keuangan dan Anggaran, dan Pelaksana Operasional RS.

KELENGKAPAN PESERTA:

  • Membawa laptop dengan fasilitas CD-ROM atau USB dan sebaiknya menguasai dasar-dasar program Microsoft Excel.
  • Membawa data laporan keuangan rumah sakit beberapa tahun terakhir (minimal >3 th), apabila memungkinkan 5-10 tahun ke belakang, guna mengoptimalkan diskusi dan studi kasus.

JADWAL TRAINING TAHUN 2017

  • 12-12 Desember 2017 Bogor

JADWAL TRAINING TAHUN 2018

  • 18-19 Januari 2018  Jakarta
  • 22-23 Februari 2018  Surabaya
  • 22-23 Maret 2018  Bogor
  • 19-20 April 2018  Yogyakarta
  • 24-25 Mei 2018  Jakarta
  • 21-22 Juni 2018  Surabaya
  • 19-20 Juli 2018  Bogor
  • 23-24 Agustus 2018  Yogyakarta
  • 20-21 September 2018  Jakarta
  • 18-19 Oktober 2018  Surabaya
  • 22-23 November 2018 Bogor
  • 20-21 Desember 2018  Bogor

Post Comment