PENGANTAR

Pertanyaan yang sering muncul ketika suatu rumah sakit terhimpit kerugian atau berusaha memperkuat kemampuan bersaingnya adalah bagaimana cara mengefisienkan rumah sakit. apakah jumlah SDM/karyawan yang ada sekarang ini berlebih, kurang atau sudah optimum dengan kebutuhan rumah sakit, dan bagaimana cara mengetahui atau mengukur hal-hal tersebut? Banyak cara/teknik/metode yang dapat digunakan untuk menjawab serangkaian pertanyaan tersebut, namun metode yang dianggap paling akurat untuk digunakan adalah Analisis Beban Kerja (Workload Analysis). Metode analisis beban kerja yang akan diberikan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik penyelidikan waktu (time study). Dengan menganalisis waktu yang seharusnya dikonsumsi pemegang jabatan untuk melaksanakan tugas-tugas jabatannya sesuai dengan yang diharapkan dibandingkan dengan waktu efektif yang tersedia maka akan diperoleh nilai beban kerja (dalam presentase) suatu jabatan/unit/ rumah sakit. Berapa kelebihan atau kekurangan jumlah SDM pada suatu jabatan/unit/ rumah sakit akan diperoleh dengan membandingkan kebutuhan jumlah karyawan yang optimum dengan jumlah SDM yang ada saat ini di jabatan/unit/ rumah sakit. Implikasi dari hasil analisis beban kerja ini, selain pengurangan/penambahan jumlah SDM juga dapat berupa rekomendasi penyempurnaan job description, prosedur kerja (system operating procedure), restrukturisasi organisasi, dan pelatihan peningkatan competency SDM.

TUJUAN

  • memahami secara lebih baik konsep dan prinsip sahih analisis beban kerja (ABK)
  • memahami secara lebih baik konsep dan prinsip man power planningberbasis ABK
  • mampu mendiagnosa penyebab tinggi atau rendahnya beban kerja pekerja atau unit kerja dalam menyelesaikan tugas kedinasan
  • mampu memperkirakan beban kerja pekerja di suatu jabatan atau unit kerja di masa kini dan di tahun-tahun mendatang yang sejalan dengan strategi rumah sakit
  • mampu menentukan kebutuhan pekerja berbasis ABK di tahun kini dan mendatang untuk MPP pada suatu jabatan atau unit kerja dengan mempertimbangkan strategi rumah sakit dan estimasi pekerja yang akan pensiun

MATERI

  • Pengertian Analisa Beban Kerja (Workload Analysis)
  • Tujuan & Manfaat Analisa Beban Kerja
  • Jenis-jenis Beban Kerja (BK Jabatan, BK Individu, BK Unit Kerja, BK Rumah Sakit)
  • Pendekatan & Metode dalam Analisis Beban Kerja
  • Penyelidikan Waktu (Time Study)
  • Jenis-Jenis Tugas (Pokok, Tambahan, Lain-lain, Rutin, Berkala, Insidentil)
  • Tahapan/Langkah-langkah Pelaksanaan Tugas
  • Waktu Pelaksanaan Tugas
  • Kelonggaran Waktu (Allowance)
  • Beban Kerja Standar
  • Alat Pengukuran yang digunakan
  • Teknik Analisis Data yang digunakan
  • Proses/Langkah-Langkah Pelaksanaan Analisis Beban Kerja
  • Wawancara dalam Analisis Beban Kerja
  • Perhitungan Beban Kerja Jabatan, Individu, Unit Kerja, dan Rumah Sakit
  • Perhitungan Kebutuhan Jumlah SDM yang Optimum
  • Perhitungan Kelebihan/Kekurangan Jumlah SDM
  • Rekomendasi penyempurnaan job description (disain ulang tugas jabatan) dan SOP
  • Rekomendasi penyempurnaan struktur organisasi (penggabungan/pemisahan unit kerja)
  • Latihan Wawancara Analisis Beban Kerja
  • Latihan Menghitung Beban Kerja dan Kebutuhan Jumlah SDM Optimum suatu Jabatan/Unit/Rumah Sakit

PESERTA YANG DIREKOMENDASIKAN

Direksi Rumah Sakit, Manajer SDM, Kepala Divisi, Bagian, Instalasi dan Unit rumah sakit. Pimpinan yang mempunyai staff yang mengelola pelayanan rumah sakit.

DURASI

2 Hari (Efektif 14 Jam, dimulai pukul: 09.00-16.00)

INVESTASI (Tidak Termasuk Penginapan)

Rp 4.350.000,00/peserta (Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Malang, Surabaya)
Rp 5.350.000,00/peserta (Bali, Lombok)

PROMO
Cashback/Discount Rp. 250.000* (Syarat dan ketentuan berlaku call us).
FASILITAS
Sertifikat, Modul (Hard/Soft Copy), Training Kit (blocknote+Ballpoint), Jacket, 2X Lunch, 2X Coffe Break/hari, Foto Bersama Seluruh Peserta, dilaksanakan di hotel berbintang.

INFORMASI DAN PROMO

Hub      : 021 – 756 3091
Fax       : 021 – 756 3291

CONTACT PERSON

0812 9578 8177, 0813 8280 7230

JADWAL TRAINING TAHUN 2017

  • 21-22 Desember 2017 Jakarta

JADWAL TRAINING TAHUN 2018

  • 15-16 Januari 2018 Bogor
  • 12-13 Februari 2018 Surabaya
  • 12-13 Maret 2018 Jakarta
  • 19-10 April 2018 Malang
  • 14-15 Mei 2018 Bandung
  • 11-12 Juni 2018 Yogyakarta
  • 9-10 Juli 2018 Bogor
  • 13-14 Agustus 2018 Surabaya
  • 12-13 September 2018 Jakarta
  • 8-9 Oktober 2018 Malang
  • 12-13 November 2018 Bandung
  • 10-11 Desember 2018 Yogyakarta

Post Comment